Rabu, 13 April 2011

cara instalasi ubuntu 10.04

A.Media Instalasi Ubuntu
Media instalasi merupakan media yang digunakan untuk menginstall distribusidistribusi
GNU/Linux termasuk Ubuntu. Pada dasarnya media instalasi yang
dijelaskan disini digunakan juga oleh distribusi GNU/Linux lainnya.
Distribusi biasa disebut distro merupakan kernel linux (OS) beserta paketpaket
aplikasi yang dibundle
sedemikian rupa. seperti ubuntu, redhat, centos, slackware dan lainnya. www.distrowatch.com
Ada beberapa pilihan media instalasi yang dapat digunakan untuk menginstall
distribusi Ubuntu pada komputer anda yaitu:
1. Media CD/DVD ROM
Media ini merupakan media instalasi yang paling populer dan menjadi media
utama yang ditawarkan oleh pihak pengembang termasuk Ubuntu sendiri.
Media ini bisa diperoleh dengan cara request free CDs (Shipit) atau membeli
dari pihak ketiga, bisa juga download file ISO kemudian burn ke CD.
2. Media Flash Disk
BIOS komputer harus mendukung booting dari USB. Media flash disk ini cocok
untuk komputer-komputer yang tidak memiliki CD/DVD drive seperti netbook
yang banyak digunakan saat ini. Tekniknya sangat sederhana yaitu ISO file
yang telah didownload disimpan ke flash disk dengan teknik tertentu yang akan
dibahas tersendiri pada bagian berikutnya.
3. Lainnya
Selain kedua media diatas ada beberapa media lain yang bisa digunakan
seperti harddisk, FTP dan NFS.
Bagaimana mendapatkan master installer Ubuntu?
Jawabannya sangat mudah tentunya, akses ubuntu.com situs resmi developer
Ubuntu. Disitus ini ada dua alternative pilihan yang dapat digunakan untuk
memperoleh installer Ubuntu yaitu dengan cara download file ISO atau pesan CD
Ubuntu Gratisan (Shipit), berikut penjelasan kedua cara tersebut.
1. Download file ISO Ubuntu
Pada umumnya master distro GNU/Linux disediakan dalam format ISO file yang
merupakan format terkompresi dalam bentuk image file. Khusus untuk Ubuntu
dapat didownload di http://ubuntu.com/download. File ISO yang disediakan
dikategorikan dalam beberapa bagian yaitu:
a. Ubuntu Desktop
Diperuntukkan untuk komputer-komputer desktop termasuk laptop dan
sejenisnya kecuali netbook. Dalam keadaan terpaksapun sebenarnya jenis
desktop bisa berjalan dengan baik dinetbook. Dibutuhkan memory dengan
kapasitas minimal 256MB untuk menginstall versi ini, agar berjalan dengan
baik dari pengalaman penulis sebaiknya memory diatas 512MB.
Setiap versi Ubuntu Desktop dibagi dalam dua kategori berdasarkan jenis
microprocessor yaitu:
• Ubuntu Desktop 32-bit
Jika anda menggunakan mikroprocessor keluaran intel maka jenis ini
yang harus anda download. Ubuntu Desktop 32-bit biasa juga disebut
X86 atau i386 dimana i merujuk ke code name intel. Jenis ini juga
digunakan untuk AMD 32 bit.
• Ubuntu Desktop 64-bit
Jika anda menggunakan mikroprocessor keluaran AMD 64 bit pastikan
mendownload jenis ini. Berlaku juga untuk jenis arsitektur EM64T seperti
Athlon64, Opteron, EM64T Xeon dan Core 2.
1
b. Ubuntu Server
Diperuntukkan bagi komputer-komputer kelas server dan tanpa dukungan
terhadap lingkungan Grafical User Interface (GUI) secara default. Ubuntu
server hadir dengan lingkungan Command Line Interface (CLI) secara
default. Jika anda telah menginstall Ubuntu Server jangan lagi mencari
tampilan grafis. Jenis ini tersedia dalam dua kategori seperti diversi Ubuntu
Desktop yaitu Ubuntu Server 32-bit dan Ubuntu Server 64-bit.
c. Ubuntu Alternate
Jika anda memiliki memory dibawah 256MB dengan spesifikasi hardware
yang pas-pasan sebaiknya menggunakan Ubuntu Alternate sebagai solusi
karena proses instalasi disajikan dalam mode text menu. Selain itu dengan
CD alternate, upgarde versi Ubuntu dapat dilakukan tanpa perlu ada koneksi
internet keserver Ubuntu. Jenis ini tersedia dalam dua kategori seperti
diversi Ubuntu lainnya yaitu Ubuntu alternate 32-bit dan Ubuntu alternate
64-bit.
d. Ubuntu Netbook
Diperuntukkan untuk netbook yang tersedia 2 versi yaitu:
• Netbook live CD
Jika netbook anda memiliki externel CD drive untuk digunakan live
cd/install. Tidak ada perbedaan versi untuk jenis ini karena sudah
mendukung intel/amd dan jenis lainnya.
• Netbook live image
Tersedia untuk platforms ARM yang terdiri atas:
- Marvell Dove netbook live image
- Freescale i.MX51 netbook live image
Kedua jenis ini hanya mendukung booting dengan usb image.
Kesalahan umum yang terjadi ketika seorang pemula yang telah mendownload
salah satu file ISO yaitu CD Ubuntu yang telah diburn tidak dapat melakukan
proses booting karena file ISO diburn sebagai file data yang seharusnya harus
diburn sebagai image file.
Perhatian buat pemula, file ISO yang telah didownload harus diburn sebagai image.
Jika bandwidth internet yang anda miliki pas-pasan sebaiknya download dari
server yang berlokasi di Indonesia. Berikut daftar-daftar yang kami
rekomendasikan:
- FOSS-ID dengan url di ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/ubuntu/releases
- KAMBING.ui.ac.id dengan url di ftp://kambing.ui.ac.id/iso/ubuntu/releases
- Repo UGM dengan url di ftp://repo.ugm.ac.id/iso/ubuntu
2. Pesan CD Ubuntu Gratisan (Shipit)
Cara ini membutuhkan waktu karena dikirim langsung dari luar negeri.
Gunakan fasilitas Request free CDs (Shipit) yang ada di website ubuntu.com
dengan url https://shipit.ubuntu.com.
Selain cara diatas ada beberapa alternative pilihan yaitu dengan cara membeli
master Ubuntu dari penyedia jasa yang disediakan oleh pihak ketiga, salah
satunya bisa diorder di www.okusicomputersupport.com
2
B.Mengenal Partisi GNU/Linux Ubuntu
1. Jenis Partisi GNU/Linux Ubuntu
Dilingkungan GNU/Linux dan sistem komputer umumnya dikenal tiga jenis
partisi yaitu:
1. Partisi Primary
Jenis partisi ini merupakan jenis partisi utama diharddisk untuk system
operasi umumnya. Partisi primary hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi, hal
ini sangat berbeda dengan sistem DOS yang hanya mengijinkan satu jenis
partisi primary untuk system. Jenis partisi ini menempati nomor partisi 1, 2,
3 dan 4. Misalnya harddisk sda bisa dibuat sda1, sda2, sda3 dan sda4.
2. Partisi Extended
Merupakan partisi perluasan untuk mengatasi kekurangan partisi primary
dimana hanya dimunkinkan adanya 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih
dari 4 maka partisi extended dibutuhkan yaitu dengan cara mengorbankan
satu jenis partisi primary kemudian digunakan oleh partisi extended.
Didalam partisi extended ini nantinya dibuat partisi logical untuk
mendapatkan partisi yang lebih banyak. Partisi extended tidak dapat
digunakan menyimpan data. Partisi jenis ini selalu menempati nomor partisi
+1 dari partisi primary. Misalnya ada 2 jenis partisi primary di harddisk sda
maka posisi partisi extended adalah sda3.
3. Partisi Logical
Jenis partisi logical selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi
selalu mulai dari 5 sampai seterusnya. Misalnya ada 3 jenis partisi logical di
sda maka masing-masing menempati sda5, sda6 dan sda7.
Pada penjelasan diatas digunakan jenis harddisk SCSI dimana harddisk SATA
termasuk jenis ini di Ubuntu. Penamaan harddisk IDE tidak dibahas disini
karena Ubuntu membaca harddisk sebagai SCSI.
2. Perbandingan tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows
Terpaksa harus membahas jenis partisi DOS/Windows dengan asumsi
kebanyakan dari kita sudah terlanjur dari lingkungan tersebut. So enjoy
sajalah.
Tabel Partisi GNU/Linux
Contoh kasus harddisk posisi sda.
- Partisi Primary ada 3 yaitu sda1, sda2 dan sda3
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda4 (bawah sda5, sda6, sda7)
- Partisi logical ada 3 yaitu sda5, sda6 dan sda7
Tabel Partisi DOS/Windows
Contoh kasus harddisk yang dibuat dari DOS/Windows.
- Partisi Primary ada 1 yaitu drive C
3
sda1 sda2 sda3 sda5 sda4 sda6 sda7
C D sda4 E F
- Partisi Extended tidak terdefinisikan di abjad
- Partisi logical ada 3 yaitu drive D, drive E dan drive F
Jika diterjemahkan ketabel partisi GNU/Linux informasinya sebagai berikut:
- Partisi Primary ada 1 yaitu sda1
- Partisi Extended pasti hanya satu menempati sda2
- Partisi logical ada 3 yaitu sda5, sda6 dan sda7
Perbedaan utama antara tabel partisi GNU/Linux dan DOS/Windows terletak
pada jumlah partisi primary yaitu system DOS/Windows hanya memiliki satu
jenis partisi primary sedangkan GNU/Linux bisa 4 jenis partisi primary.
3. Alokasi Partisi Ubuntu
Setelah mengenal jenis partisi di GNU/linux harusnya membaca tabel partisi
sudah ada gambaran umum dan itu merupakan bekal agar anda tidak
kehilangan data ketika melakukan partisi saat proses instalasi Ubuntu. Sangat
disarankan sebelum melakukan partising sebaiknya dan seharusnya data-data
penting diharddisk dibackup kemedia lain semisalnya CD/DVD untuk
menghindari kehilangan data yang banyak dialami oleh pemula.
Untuk proses instalasi Ubuntu, dibutuhkan minimal dua partisi kosong untuk
alokasi partisi / (baca root) dan swap.
/ merupakan partisi system utama Ubuntu, mudahnya jika anda
menginstall Windows maka / adalah drive C. Untuk space Ubuntu
desktop direkomendasikan 4GB dengan asumsi untuk system saja.
Swap merupakan partisi yang disiapkan sebagai cadangan ketika memory
komputer full maka sebagian pekerjaan dialihkan ke swap ini. Swap
secara teori 2xspace RAM. Ini berlaku saat RAM maksimal 512MB,
jaman sekarang 1024MB untuk swap sudah termasuk besar sekali.
Dengan kedua partisi diatas maka Ubuntu sudah memenuhi kriteria untuk
diinstall dikomputer masing-masing. Berikut tabel partisinya..
Kedua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1 swap
sda2 mount point /
Pertanyaan berikutnya drive D buat data di Ubuntu mana?
Dasar Windows minded.. :)
Jika kebutuhan anda senang dengan membangi-bagi partisi sesuai
kegunaannya di Ubuntu bahkan lebih fleksibel. Setiap direktori dibawah /
misalnya /boot, /home, /var dan lainnya bisa dibuatkan partisi sendiri. bahkan
anda bisa membuat partisi /data sendiri. Yang perlu diperhatikan hanyalah
mount point dari masing-masing partisi.
Mount Point adalah titik mount yaitu partisi dikaitkan dipoint tertentu seperti /data, /media/cdrom
dan sejenisnya.
Misalnya saya membutuhkan partisi sendiri untuk /home dan /data, dimana
/home dialokasikan untuk mengamankan data-data user dan /data digunakan
untuk menyimpan data-data yang bisa diakses oleh semua user. Untuk lebih
jelaskan saya buatkan tabel partisi seperti dibawah ini.
4
sda1 sda2
Semua partisi menggunakan jenis partisi primary.
sda1 swap
sda2 mount point /
sda3 mount point /home
sda4 mount point /data
Untuk besar space alokasi partisi sesuai kebutuhan saja, tidak ada patokan khusus yang
direkomendasikan.
Dua contoh diatas kondisinya jika harddisk semua dialokasikan untuk Ubuntu.
Bagaimana jika saya ingin Windows tetap ada? :-)
Jawabannya sangat mudah, korbankan sebagian space harddisk anda untuk
ditempati ubuntu. Umumnya komputer Windows terdiri dua partisi yaitu C dan
D. Jika ada partisi E maka lebih baik mengorbankan partisi tersebut jika
spacenya cukup besar partisi E yang diresize. Kesimpulannya gunakan partisi
logical terakhir untuk menginstall Ubuntu jika anda masih sayang sama
Windows. Seperti contoh kasus dibawah ini..
Untuk alasan fleksibelitas korbankan sebagian space partisi D untuk Ubuntu
dengan cara rezise partisi menggunakan disk manajemen bawaan windows
ataupun software semisal partition magic. Tabel partisi yang terbentuk
nantinya sebagai berikut:
Keterangan tabel partisi.
sda1 C Windows
sda2 Extended
sda5 D Windows
sda6 swap
sda7 /
4. Menyiapkan Partisi untuk Ubuntu
Pembahasan point 1, 2 dan 3 diatas sebagai pengantar teori saja agar anda
bisa memahami partisi yang ada dikomputer sendiri. Konsepnya sangat
sederhana, siapkan satu partisi kosong untuk membuat partisi yang akan
ditempati swap dan / yang akan dibuat saat proses instalasi Ubuntu.
Pilihan menggunakan aplikasi manajemen partisi apapun kembali kepilihan
masing-masing karena harus dieksekusi di Windows sebagai wilayah kerja anda
saat ini. Jika disk manajemen bawaan Windows yang anda install tidak
mendukung resize partisi saya pribadi menggunakan EASEUS Partition Master
yang versi Home Edition. Jenis ini free digunakan sampai tulisan ini dibuat.
5
sda1 sda2 sda3 sda4
C sdDa4
C D sda4 swap /
Kosongkan saja partisi untuk Ubuntu seperti gambar diatas. Selanjutnya anda
bisa menginstall Ubuntu yang nantinya ditempatkan dipartisi kosong tersebut.
Jika anda ingin mencoba menggunakan aplikasi manajemen partisi bawaan
Ubuntu (Gparted) di mode live CD yang dibahas di bagian Instalasi Ubuntu
Desktop 10.04 LTS.
C. Instalasi Ubuntu Desktop 10.04 LTS
Sebelum menginstall Ubuntu ada baiknya kita melakukan beberapa persiapan,
khususnya yang akan menjadikan komputer dual boot sistem operasi Ubuntu dan
sistem operasi lainnya (disini saya mencontohkan berdampingan dengan sistem
operasi Ms. Windows). Langkah-langkah standar yang dilakukan sebagai berikut:
1. Mencatat perangkat keras yang terpasang pada komputer kita khususnya VGA,
LAN adapter, device wireless.
2. Mempersiapakan Partisi hardisk.
• Membuat partisi baru untuk menginstal Ubuntu Desktop, untuk lingkungan
Windows dapat menggunakan Partition Magic dan sejenisnya tapi
sebelumnya melakukan perubahan partisi disarankan untuk melakukan
Defrag bisa menggunakan Auslogic Disk Defrag (aplikasi free yang cukup
power full).
• Setelah melakukan defrag maka proses selanjutnya membuat partisi baru,
disini digunakan aplikasi bawaan ubuntu yaitu GParted.
a. Masukkan CD Ubuntu (disini saya menggunakan ubuntu 10.04 LTS) dan
boot awal pada DVD/ CD maka akan tampak tulisan Ubuntu (gambar P.1)
gambar P.1
tunggu hingga terlihat menu install dan tulisan Welcome serta pilihan
bahasa, Try Ubuntu 10.04 dan Install Ubuntu 10.04. (gambar P.2)
6
C D ubuntu
gambar P.2
b. Pilih Try Ubuntu 10.04 (live CD) hingga masuk ke desktop Ubuntu
(gambar P.3)
gambar P.3
kemudian pilih System->Administration->GParted (gambar P.4),
7
gambar P.4
maka akan muncul window Gparted dengan fitur menu seperti pada
aplikasi Partition Magic (gambar P.5).
gambar P.5
c. Pilih partisi yang akan diubah. Disini saya memilih partisi /dev/sda5
(gambar P.6)
8
gambar P.6
kemudian klik kanan pada /dev/sda5 dan pilih “Reside/Move” (gambar
P.7)
gambar P.7
maka akan tampil seperti pada gambar P.8, kita tinggal merubah ukuran
partisi yang kita pilih.
9
gambar P.8
Seperti yang terlihat pada gambar P.9 saya mengalokasikan partisi untuk
intalasi ubuntu sebesar 6 GB kemudian klik reside/move dan proses
pengecilan partisi dilakukan walaupun sebetulnya belum terjadi di
hardisk.
gambar P.9
d. Tahap selanjutnya adalah mengklik gambar checklist yang berwarna hijau
untuk melakukan perubahan ke hardisk (gambar P.10).
10
gambar P.10
Bila ada peringatan seperti ini kita klik Apply (gambar P.11) dan
dilanjutkan proses sampai complete.
gambar P.11
e. Bila proses perubahan partisi berhasil maka hasilnya akan seperti gambar
dibawah ini (gambar P.12).
11
gambar P.12
f. Kemudian keluar dari aplikasi GParted dan bisa langsung menginstal
Ubuntu ataupun restart untuk meyakinkan bahwa partisi sudah benarbenar
sukses.
3. Instalasi Ubuntu sendiri sebetulnya ada beberapa cara yaitu dari melalui media
CD, USB flash dan yang lainnya disini saya mencoba memberikan contoh
instalasi Ubuntu menggunakan media CD.
• Pertama-tama silahkan booting melalui CD setelah tampil seperti gambar P.2
maka kita bisa memilih langsung menginstal ubuntu atau melakukan live CD
(disini disarankan menggunakan live CD terlebih dahulu agar kita
mengetahui adakah perangkat keras yang butuh driver tambahan)
• karena menggunakan live CD maka yang dipilih adalah Try Ubuntu 10.04
• setelah tampilan gambar P.3 didesktop kita akan melihat 2 icon yaitu
Example dan Install Ubuntu 10.04
• Klik Install Ubuntu 10.04 dan akan terlihat tampilan gambar I.1
12
gambar I.1
• Bahasa yang dipilih adalah English kemudian klik Foward dan Ubuntu akan
menyesuaikan jam dengan yang ada di komputer seperti terlihat pada
gambar I.2
gambar I.2
dibawah ini, gambar I.3 adalah local time yang digunakan bila tidak sesuai
kita bisa merubahnya dan disesuaikan dengan negara dan waktu yang
sesuai dengan GMT. Klik Foward untuk melanjukan.
gambar I.3
• Kemudian kita akan diminta untuk menseting keyboard (gambar I.4) yang
kita pakai biasanya standart keyboard yang digunakan adalah USA sehingga
tidak perlu dirubah namun kita dapat mencoba apakah keyboard yang
13
dipakai dapat dikenali dengan baik dengan mencoba tombol-tombol yang
ada di keyboard. Klik foward kembali untuk melanjutkan.
gambar I.4
• Selanjutnya kita akan diminta untuk memilih dimana Ubuntu akan diinstal,
digambar I.5 – I.8 terlihat bahwa sistem operasi terdahulunya dikenali oleh
Ubuntu dalam hal ini adalah Ms Windows serta dapat dilihat yang berwarna
biru adalah /dev/sda1 sekaligus tempat windows diinstal dan yang berwarna
hijau adalah /dev/sda5.
– Gambar I.5 adalah instalasi ubuntu di seluruh hardisk yang
mengakibatkan sistem operasi terdahulu akan dihapus dan diganti
Ubuntu.
gambar I.5
14
– Gambar I.6 adalah pemilihan partisi hardisk diserahkan seluruhnya
kepada ubuntu.
gambar I.6
– Gambar I.7 adalah pemilihan partisi hardisk diserahkan kepada ubuntu
dan dipilih partisi hardisk yang paling besar.
gambar I.7
– Gambar I.8 adalah pengaturan partisi dilakukan secara manual dan
pilihan inilah yang dipilih karena diasumsikan sebelumnya kita sudah
menyiapkan partisi kosong untuk Ubuntu.
15
gambar I.8
• Setelah dipilih specify partitions manually (advanced) maka akan tampil
seperti pada gambar I.9 dimana telihat 3 partisi /dev/sda1, /dev/sda5 dan
free space.
gambar I.9
Di free space itulah kita akan menginstal Ubuntu 10.04, disini free space
untuk ubuntu hanya 6 Gb dan disini dicontohkan membuat 3 partisi yaitu
partisi root (dilambangkan dengan “/”), home dan swap. Yaitu masingmasing
root= 2Gb (gambar I.10), home= 3Gb (gambar I.11) dan swap=
1Gb (gambar I.12).
16
gambar I.10
gambar I.11
17
gambar I.12
• Kemudian dilanjutkan dengan membuat user (gambar I.13).
gambar I.13
• Bila diinstall berdampingan dengan sistem operasi yang lain maka akan
tampil seperti dibawah ini.
18
gambar I.14
• Ini adalah cara mengimport user dari sistem operasi yang lain baik itu user
serta folder-folder yang ada di sistem operasi tersebut (abaikan saja).
• Dan yang terakhir adalah settingan yang telah kita buat untuk Ubuntu yang
akan kita instal bila ada ketidaksesuaian kita bisa kembali untuk
memperbaikinya dengan tombol back, namun bila yakin selajutnya tinggal
klik Install (gambar I.15)
gambar I.15
• Prosesnya instalasinya sendiri berlangsung antara 30-60 menit tergantung
spesifikasi komputer, menggunakan komputer pentium 4 1,6 Ghz, RAM 512
19
membutuhkan waktu kira 30 menit, proses penginstalan akan terlihat
seperti gambar I.16.
gambar I.16
• Bila proses selesai maka akan ada pemberitahuan apakah akan melanjutkan
live CD atau merestart komputer.
• Setelah restart maka tampilan awal ketika komputer hidup akan seperti
gambar I.17, bila akan memilih sistem operasi lain maka tinggal kita pilih
dan tekan enter.
gambar I.17
20
• Tampilan Login (gambar I.18) masukan username dan password yang telah
kita buat diatas tadi.
gambar I.18
• Tampilan Desktop Ubuntu (gambar I.19)
gambar I.19
• Selamat menikmati Ubuntu 10.04 LTS
21
D.Teknik Instalasi paket-paket Ubuntu
Software-software di Ubuntu sangat beragam, umumnya berlisensi General Public
License (GPL) alias free/gratis. Instalasi paket Ubuntu ada beberapa teknik yang
dapat digunakan, antara lain:
1. Install dari Ubuntu Software Center, dengan tingkat kesulitan easy.
2. Install dari Synaptic, dengan tingkat kesulitan normal.
3. Install dari terminal, dengan tingkat kesulitan hard.
4. Install dari file *.deb, dengan tingkat kesulitan hard.
5. Install dari website online, dengan tingkat kesulitan easy.
Berikut penjelasan dari masing-masing cara/teknik instalasi paket tersebut diatas:
1. Install dari Ubuntu Software Center
Teknik ini membutuhkan koneksi internet keserver repositori.
1. Buka Applications – Ubuntu Software Center (seperti yang terlihat pada
gambar U.1)
gambar U.1
2. Ubuntu Software Center terlihat seperti gambar U.2.
gambar U.2
22
3. Kita bisa menggunakan pencarian software (pada pojok kanan atas) atau
dapat juga memanfaatkan Departements yang sudah dikelompokkan. Hal ini
akan membutuhkan koneksi internet atau bisa juga dengan memanfaatkan
DVD-repositori. Misalkan kita ingin menginstall 'codec' maka kita manfaatkan
kotak cari dengan kata kunci 'codec' dan akan muncul seperti gambar U.3.
gambar U.3
4. Kita bisa pilih mana codec yang akan diinstall, misalnya kita pilih Ubuntu
Restricted Extras dengan mengnekan tombol sebelah kanan tersebut. Dan
akan muncul informasi seperti gambar U.4.
gambar U.4
23
5. Klik install, kemudian akan muncul notifikasi password, isi dengan password
user anda.
gambar U.5
Tunggu sebentar, maka Movie Player (Application – Sound & Video – Movie
Player) anda akan bisa memainkan hampir semua file-file multimedia.
2. Install dari Synaptic
Teknik ini membutuhkan koneksi internet keserver repositori ataupun
repositori offline berupa koleksi dvd repositori.
1. Buka synaptic dari System – Administration – Synaptic Package Manager
gambar S.1
2. Misalnya kita ingin install aplikasi alarm maka bisa menggunakan quick
search atau langsung pilih paketnya seperti gambar S.2. Tinggal kita
contreng kotak kecil didepannya, kemudian klik apply.
24
gambar S.2
3. Akan keluar window sperti dibawah, dengan berbagai macam informasi
antara lain paket mana saja yang akan diinstall, berapa ukuran file yang
akan didownload, berapa ruang hardisk yang akan digunakan (instalasi). Klik
apply untuk mengeksekusi download. Hal ini sama juga bagi yang
menggunakan DVD-repositori.
gambar S.3
4. Proses download & instalasi sedang berjalan.
25
gambar S.5
5. Proses instalasi selesai.
gambar S.6
6. Hasil instalasi yang berada pada Applications menu.
gambar S.7
3. Install dari terminal
Teknik ini membutuhkan koneksi internet keserver repositori ataupun
repositori offline berupa koleksi dvd repositori. Install dari terminal ada 2 cara
yang dapat digunakan yaitu memakai aptitude dan instal file *.deb.
Install memakai aptitude / apt-get
1. Buka Applications – Accessories – Terminal
26
gambar T.1
2. Misal ingin install aplikasi 'alarm-clock'. Ketik: sudo apt-get install alarmclock.
(Butuh koneksi internet atau bisa juga menggunakan DVD-repository).
gambar T.2
3. Selesai, tinggal lihat hasil install tadi di Applications menu.
Install dari file *.deb
1. Buka Applications – Accessories – Terminal
27
2. Masuk ke direktori tempat menyimpan file *.deb, misal alarm-clock_0.9.19-
1_all.deb terletak di desktop.
3. Ketik: cd Desktop
4. Install file *.deb tersebut dengan perintah sudo dpkg -i alarm-clock_0.9.19-
1_all.deb
gambar T.3
5. Selesai, tinggal lihat hasil install pada Applications menu.
6. Misal pada langkah ke-3 terjadi error umumnya disebabkan oleh faktor
dibawah ini:
◦ Kebutuhan depedencies maka perlu install dependencies tersebut dahulu.
◦ Bisa juga karena paket sudah terinstal versi terbaru maka install tidak
perlu dilakukan.
◦ Bisa juga karena paket dependencies yang terinstal merupakan versi
terbaru maka paket yang akan diinstall ini perlu versi yg terbaru juga,
biasanya akan ditulis versi terbaru yang dibutuhkan.
4. Install dari file *.deb
Install dari file *.deb gampang-susah. Gampang karena cara installnya yang
mudah cukup klik dua kali pada file *.deb tersebut maka install bisa langsung
dilakukkan. Sulit karena bila ada depedencies maka perlu install dependencies
yang disebutkan tersebut dahulu.
1. Klik 2x pada file *.deb yang akan diinstall.
gambar D.1
28
2. Muncul window password, untuk autentifikasi user agar bisa instal aplikasi.
gambar D.2
3. Klik install, tunggu hingga proses selesai.
gambar D.3
4. Proses selesai, klik close.
5. Tutup window, aplikasi siap dijalankan.
gambar D.4
Misalnya muncul error pada langkah ke-1 setelah klik 2x
• Kebutuhan depedencies maka perlu install dependencies tersebut dahulu.
• Bisa karena sudah terinstall versi terbaru maka install tidak perlu
dilakukan.
• Bisa juga karena paket dependencies yang terinstall merupakan versi
terbaru maka paket yang akan diinstall ini perlu versi yg terbaru juga,
biasanya akan ditulis versi terbaru yang dibutuhkan.
29
5. Install dari website online
Instalasi secara online misalnya http://appnr.com dan http://www.getdeb.net
(harap dimaklumi karena jarang menggunakan instalasi online jadinya masih
punya referensi sedikit).
1. Dari situs appnr.com, tinggal cari aplikasi yang ingin diinstal kemudian klik
tombol install.
gambar O.1
2. Dari situs getdeb.net, misalnya ingin install game, klik tab games kemudian
cari game yang diinginkan, terus klik install yang berada dibawah preview
dari aplikasi yang dimaksud.
gambar O.2
30
E-Book Versi 1.0 Ubuntu-Indonesia.Com
Kontributor Bab I 'Install Ubuntu Desktop 10.04'
1. Media Instalasi Ubuntu Bro Sudoers
2. Mengenal Partisi GNU/Linux Ubuntu Bro Sudoers
3. Instalasi Ubuntu Desktop 10.04 LTS Bro iyang
4. Teknik Instalasi paket-paket Ubuntu Bro thrvers
Editor 1 : Bro Sudoers
Editor 2 : Bro iyang
Editor 3 : Bro thrvers
Karya warga Ubuntu-Indonesia.Com
31

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites